Gemulai setiap gerakanmu Membuatku selalu rindu

adalah aku, yang selama ini selalu membuat dirinya bangga

Aku menemukan wanita ini di Bali. Dia sangat cantik dalam diamnya. 
Dia diam. Dia baik.
Hari itu, Denpasar bukan hari yang baik untuk pergi, Langit abu-abu dan rendah tetapi belum hujan. 

Danny Gaida (Sukma)
Wanita yang manis, bahkan diamnya bisa mematahkan semua tulang.

Aku senang bersamamu dan itu yang penting.

Entah mengapa, meskipun aku marah sekali, sampai rasanya ingin meledak.
Tapi tiap kali kau mengajakku baikan dengan kata-katamu, aku selalu kalah.
Curang sekali.

Apakah kau ingat? Kau mencari buku karya dariku di toko buku ternama. Padahal, bukuku belum terbit?
Apakah kau ingat? Kau adalah pembaca pertama dari Tulisan-tulisan yang kubuat?

Apakah kau ingat? Kita pernah makan di warung kecil pinggir jalan sekitar setengah tiga pagi? Apakah kau ingat? Kau memperlihatkan potret masa kecilmu, yang kau bilang tidak semua orang kau beritahu?

Apakah kau ingat? Kau memarahiku ketika dalam satu malam aku berulang kali mengatakan bahwa aku sangat menyayangimu?

Apakah kau ingat? Tentang semua hal yang tak mungkin kutuliskan semua?

Kau lebih rumit dari tugas yang sedang kukerjakan.
Tugasku memang rumit, tapi setidaknya bisa dipahami jika ingin.
Kau? tak ada pelajaran yang membahas tentang kau.

Aku senang kau apa adanya, aku senang kau percayaiku penuh, kau menceritakan sedih dan bahagiamu, hari-harimu, mimpi-mimpimu.

memilikimu, menikmatimu
menyakitimu aku sempat.

menemukanmu sangat mudah,
kau ada dalam puisi Picisan yang kubuat
dan ku baca sendiri berulang-ulang kali.

aku tak mau berdebat panjang dengan rindu.
aku tak mau membuka jendela setiap pagi.
Aku hanya takut sedikit salahku tak akan pernah bisa ia lupakan.
Apapun yang ia lakukan, selalu kubiarkan.
Dia seperti pemenang di perjalanan hati ini

aku menyayangimu sudah di luar kepalaku.
Meluk kamu itu mahal. Aku harus bayar dengan banyak waktu. Yang aku sendiri tidak bisa belinya.

kamu rindu tidak? Kalau iya, kita sama.

aku ingin makan malam denganmu,
beralas kain tenun, berbekal roti isi daging dan sayur.
tak lupa sebotol anggur untuk kejujuran dan pelukan.
membicarakan tentang bagaimana kehidupan di bulan, dan omong kosong tentang kesetiaan. Hahahaha

Aku cinta bohongmu.
Karena kau tak ingin melihatku sibuk dalam duka.

Aku akan selalu mengingat pesan-pesanmu. kau tak suka aku yang sering menahan kantuk, kau tak suka aku yang tercampur alcohol, kau tak suka aku ditengah angin malam, kau tak suka aku yang berlebihan yang tak tau tempat. Karena kau, aku melihat ciptaan Tuhan yang amat mencintaiku

entah apa rasanya ini, aku tak pernah tahu, Disisi keras dan malumu, kau berkata “Tak pernah aku inginkan, seseorang yang aku sayangi dijatuhkan tepat dihadapanku.”

Miliknya adalah aku, yang selama ini selalu membuat dirinya bangga, meskipun sering kali ia banyak menangis, tetapi hujan juga pasti akan reda, karena dia tahu apa yang ia miliki sesungguhnya adalah jantung yang ada di dalam tubuhku, yang kelak dia temukan pada anak-anaknya.

Aku cinta bencimu
Karena kau ingin aku tak kemana-kemana
Karena kau ingin aku dekat dengan Tuhanmu

Pada matanya aku selalu merasakan sensasi yang akrab. Segalanya, termasuk helaian rambut di keningnya, tampak cocok untuk disesuaikan dengan dirinya. Hingga kiamat dan bahkan mungkin setelah itu.

Maaf untuk semua kesalahanku. Apapun itu..
Dimanapun kau berada, jagalah dirimu baik-baik.
Pergilah bersama doa-doa yang suci. Semoga kau selalu bahagia.
Aku akan menemuimu.

Keinginan besarku, adalah kamu..

Danny!,
Seseorang yang selalu membuatmu marah.

 

Setelah perjalanan panjang yang berulangkali membuatku kelelahan

Sebenarnya aku masih belum yakin apakah aku mengharapkan agar tulisan ini berjodoh dengan panca inderamu atau justru sebaliknya. Tapi nyatanya aku tetap menuliskan ini dan membiarkan alam yang menentukan.

Aku tahu bahwa bahkan sebelum kita sempat saling mengenal, aku telah menjadi sosok antagonis di hidupmu.

Tapi apabila pada tulisan ini kau mengharap untuk menemukan kata maaf, maafkan karena kau harus kecewa. Bukan itu maksudku menuliskan ini.

Di sisi lain, aku juga tak ingin berpura-pura tidak angkat topi untukmu. Aku salut, iri, padamu, atas kekuatanmu bangkit dari peristiwa ini. Jika itu aku, aku bisa membayangkan diriku mati dilahap segala kecewa, segala amarah, atas pengkhianatan dan kehilangan. Tapi kau kuat, sangat kuat.

sedikit tentangnya, bagiku dia adalah seluruh. Jadi inilah sebabnya mengapa aku tidak meminta maaf padamu.

Kamu terlalu sibuk menyelamatkan, ketika sebenarnya kamu yang paling butuh diselamatkan. Kamu tahu? Entah.

Tulisan adalah salah satu cara untuk menelusuri jejak masa lalu. Mengingatkan diri sendiri ketika lupa dan tidak ada yang mengingatkan.

Aku belajar untuk tidak tahu. Dengan itu, tidak ada ketergesa-gesaan untukku memahamimu. Dengan itu, tidak ada tanggung jawab untuk andil pada apa pun yang ada di hidupmu.

Lagipula, memang aku tidak selalu perlu tahu. Aku, masih butuh untuk tidak banyak tahu. Sampai pada waktunya nanti, aku akan tahu apa yang memang perlu aku tahu.

Beberapa tahun dari sekarang, kita akan bertemu lagi tanpa sengaja.

Ambarawa, April 2018 | Danny!

Semoga saja kau benar

Seperti bintang-bintang di langit, hanya nelayan yang tahu fungsinya sebagai penunjuk arah. Sedangkan kita, mungkin hanya dapat menikmati keindahannya saja. Pun, mungkin, nelayan tidak mampu mengaguminya sebagaimana kita.

Ini hanya tentang waktu. Tentang berpraduga yang baik. Barangkali, di waktu yang tepat, kakimu akan menjejak pada sesuatu yang sesiapa pun akan mempertaruhkan segalanya untuk sampai ke sana. Jangan berhenti dan jangan kecewa. Kamu pantas mewujudkannya.

Jangan kecewa, ketika langkahmu takmampu menyamai mereka.

Hidup tidak kemudian harus tuntas hanya karena satu mimpimu kandas. Masih banyak yang bisa ditumbuhkan lagi!

Ambarawa, April 2018 | DANNY!

Sukma

Tapi biar bagaimana pun, itu adalah harinya, di mana dan kapan pun, setiap aku mengingatnya, aku akan langsung tersenyum.

Sukma Danny Gaida Tera ELgar
Sukmaku…

Maret 2011

Aku tidak mau lagi berpikir mengapa kemudian aku memiliki rasa suka kepadanya. Hidup memang tak terduga. Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap.

Kalau aku jadi presiden yang harus mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf, aku pasti tidak bisa karena aku cuma suka Sukma.

Ini tentang dia yang ada di bumi, Ketika Tuhan menciptakan dirinya Kukira Tuhan ada maksud mau pamer

Dia tidak hebat, malah mungkin biasa saja. tapi bisa membuatku senang hanya dengan hal sederhana.
Dia itu selalu bisa membuat aku ketawa atau minimal cuma senyum.
Di antaranya, ada juga yang menjengkelkan, tetapi tetap bisa membuat aku tersenyum.

Dari awal saya milih Sukma saya enggak mau tahu Sukma siapa dulunya. Itu urusan Sukma dengan masa lalunya.

aku seperti merasa mendapatkan kehidupanku yang lama sedang kembali.
Kalau mencintaimu adalah kesalahan, yasudah. Biar.
Aku salah terus saja

Tapi, cobalah kamu jadi aku, aku yakin kamu juga akan melakukan hal yang sama.

Aku merasa mulai senang berbicara dengannya bahkan ingin lama.

Kami bergaul dan melakukan hal bersama-sama yang nampaknya lebih menyenangkan daripada diam gak jelas di rumah yang dulu belum ada internet.

Setiap aku bangun tidur, selalu ingin kupastikan bahwa ia masih ada di Bumi.
Aku ingin sukma gak pulang. Atau jangan pulang sekalian. Aku ingin sukma terus di sini

Dulu pasti kita berdua.
Namun kamu sekarang harus pulang.

aku sendiri menikmati cukup banyak momen-momen berharga yang diceritakan oleh Sukma. Sesuatu yang perlu dipertimbangkan kalau aku ingin kembali mengenang. Di sana Sukma ngasih tahu bagaimana dia merasakan kembali hal-hal yang sudah lama berlalu. Sampai-sampai aku mengira, dengan itu Sukma sedang berusaha menggali perasaanku untuk merasakan hal yang sama dengan apa yang dia rasakan saat itu.
Sebagian besar yang bisa aku lakukan untuk hal itu adalah cuma tersenyum.

Bersama Sukma, bumi menjadi tempat yang cocok untuk aku ingin tinggal selama-lamanya! Dan hidup jadi menarik untuk aku, lebih dari apa pun. Aku tidak salah lagi, mencintainya secara permanen.

Sukma, kalau kamu merasa tidak kuperhatikan, Maaf, aku nya sibuk merhatiin lingkunganmu, barangkali ada orang mengganggumu, kuhajar dia!
Kamu bebas kemana saja, asal aku ikut !
Jika hujan, aku tak akan memberimu jaket. Sebab jika aku sakit, siapa yang menjagamu?

Hari itu adalah hari Rabu,

“Aku ingin sama kamu,” ucap sukma tiba tiba dengan pipi yang direbahkan di punggungku.

“Kemana?” jawabku.

“Jangan tau, gak perlu, yang penting berdua sama kamu” jawabnya masih dengan pipi yang direbahkan di punggungku.

Melintasi malam, Kau sandarkan kening didada
Di hembusan angin udara pegunungan.
“Ada apa Sukma?” batinku.

Saat problema terus menerjang
bagai deras ombak,
..Aku tahu kau mampu tuk tetap tenang.
itulah Sukma, rasanya masalah apa pun di dunia tak ada yang akan dia anggap begitu membebani.

Dari jauh aku bisa lihat Sukma nampak terlihat tenang. Iya, bagus Sukma, harus gitu! Jadikan ini hari terbaikmu! Tetap semangat. Doaku selalu menyertaimu.
kau dan aku tahu,jalan selalu ada!

“Akan selalu menjadi hal penting di dalam perasaan seorang perempuan untuk membantu pacarnya tumbuh menjadi apa-apa yang sesuai dengan harapannya, yang sesuai dengan keinginannya, dan menjauh dari apa-apa yang akan merusak kehidupannya.” kata sukma di suatu hari.

Aku suka cara dia peduli kepadaku. Aku suka bagaimana dia bisa membuat aku merasa aman tinggal di dunia yang katanya penuh bahaya ini.

Kurang ajar! Selalu saja dia punya cara, untuk bisa membuat aku mencintainya. Merepotkan!

November 2014

Gak ada orang yang suka dibohongi. Aku yakin sukma tau itu.

“Kalau kamu bohong, itu hak kamu, asal jangan aku yang bohong ke kamu.
Kalau kamu ninggalin aku, itu hak kamu, asal jangan aku yang ninggalin kamu. Aku takut kamu kecewa.” Ucapku ke sukma. Kalau aku pernah sangat jengkel ke Sukma, maka itulah harinya!

Hari-hari berikutnya, ada yang lain dari Sukma. Aku merasa Sukma berubah. Seperti menjauh. Bahkan sudah masuk kategori boleh kuanggap sombong.

Tak ada lagi hal yang ia lakukan untukku, sebagaimana selalu kudapatkan sebelumnya.

Aku tidak bermaksud mau ikut campur urusanmu, Sukma. Siapalah aku ini. Tetapi rasanya hampir setiap hari aku selalu mendapat informasi yang buruk tentangmu. Aku ingin tidak percaya.

Tetapi jika memang itu benar, ya sudah, aku jadi tahu siapa dirimu dan bagaimana harusnya aku bersikap kepadamu, itu pilihanku. apa urusanku memikirkan dirimu, tapi aku tidak tahu Sukma, mengapa aku ingin tahu.

Aku ingat, aku pernah bilang kepadanya jika ada yang menyakitinya, maka orang itu akan hilang. Jika orang itu adalah aku, maka aku pun harus hilang.

April 2018

Dan sekarang, aku sedang tidak percaya diri.
aku sudah ingin Telepon Sukma. Ingin tahu di mana dia. Mudah-mudahan sehat selalu. Maaf Sukma, terserah, kau mau bilang apa, tapi aku rindu.

Nanti kalau kamu mau tidur, Percayalah, aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Kamu gak akan denger.

aku mencintaimu, itu akan selalu 

Ambarawa, 10 April 2018 • DANNY! 

Kisah tentang jaya nusantara lama

Sejarah Nusantara tidak sekerdil sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran sejarah sekolah yang resmi atau literasi sejarah yang ada.

Bahkan lebih dari itu, saya menemukan bukti tentang kebesaran leluhur Nusantara Kuno yang disekitar 10.000 tahun sebelum masehi sudah menguasai Dua Per-Tiga Bumi.

INDONESIA adalah negara yang sangat hebat di masa lalu. Bahkan sejak kerajaan kuno yang saat ini tinggal sejarahnya saja. Salah satu bukti kehebatan itu adalah dengan ditemukannya ragam peninggalan berupa candi dan kitab-kitab yang menjadi karya sastra hebat kala itu. Karya sastra ini ada karena peradaban saat itu sangat besar. Budaya baca tulis menjadi sesuatu yang penting hingga karya sastra tak ubahnya harta berharga.

Saat ini sastra di Indonesia bisa terbilang mulai merangkak, kadang mati suri mendadak. Penyebabnya adalah minat baca dan tulis manusia Indonesia zaman sekarang sangat rendah. Atau bisa dibilang tak ada sama sekali.

Kebesaran Nusantara di masa lalu sangat erat kaitannya dengan kebesaran tradisi yang pernah ada di Nusantara. Namun sayangnya kebesaran tradisi kita itu telah dihilangkan dengan masuknya ajaran-ajaran baru.

Bahkan ajaran-ajaran baru cenderung mem-vonis tradisi kuno menjadi animisme, dinamisme dan politeisme. Padahal ada beberapa teknologi terapan masa lalu yang sangat efektif dan menjadi kekuatan kehormatan dari kebesaran leluhur kita yang sebetulnya masih sangat relevan untuk digunakan oleh generasi kita sebagai pewaris teknologi tersebut, namun kita tidak pernah menyadarinya.

Ratusan tahun bangsa di Nusantara dibutakan oleh Belanda dengan politik tidak hanya devide et impera, namun Belanda mengobrak-abrik sejarah, menghilangkan secara sistematis dan yang paling parah menciptakan sejarah Baru, sejarah Palsu.

Menurut banyak pakar, pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi. Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.
Raffles pengarang buku The History of Java merasa takjub pada kesuburan alam Jawa yang tiada tandingnya di belahan bumi mana pun. “Apabila seluruh tanah yang ada dimanfaatkan,” demikian tulisnya, “bisa dipastikan tidak ada wilayah di dunia ini yang bisa menandingi kuantitas, kualitas, dan variasi tanaman yang dihasilkan pulau ini.”

Bangsa Indonesia hari ini telah kehilangan jati dirinya, dimana sejarah yang telah terjadi tidak pernah kita telaah dan dijadikan suatu landasan untuk membangun bangsa dan negara.

Apakah masyarakat bangsa kita saat ini bersatu padu, bahu membahu membangun negara? Betulkah para pemimpin negeri bersinergi membangun negeri? Sungguh jauh panggang dari api. Tawuran pelajar dan mahasiswa sering terjadi. Bentrokan antar pendukung sepak bola kerap terlihat. Demo anarkis dan brutal jadi tontonan fenomenal. Debat politik yang bermotif persaingan, silang pendapat yang dilatarbelakangi kebencian mewarnai perpolitikan. Kerusuhan yang disebabkan permusuhan mewarnai kehidupan. Cukup banyak warga negara yang menjadi korban. Sungguh ironis, memalukan dan memilukan. Nilai-nilai persatuan dan kebersamaan semakin lenyap dalam kehidupan. Egois dan individualis sudah dominan merasuk di dalam hati mayoritas masyarakat bangsa kita.

secara moralitas umumnya masyarakat Indonesia hanya mengaku beragama tapi tidak konsekuen dan tidak konsisten mengamalkan ajaran agama. Lalu, Cukupkah kita mengakui dengan lisan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa? Sementara kita enggan melaksanakan perintah Tuhan dan sering melakukan hal-hal yang dilarangNya.

PANCASILA KEHILANGAN RUH