pantang bagiku untuk menyerah lalu pasrah 

pantang bagiku untuk menyerah lalu pasrah

Di semestaku yang sekarang, aku telah banyak melupakan. Berjalan angkuh bak raja yang tak mengenal siapa yang menciptakan. Aku telah melupakanmu. 


seolah kau sudah lebih dulu mati sebelum sempat kehilangan nyawa. bayanganmu sendiri, satu-satunya hal yang tak meninggalkanmu pergi. 

duduk termenung mendekap lutut. Kau kehilangan kendali atas dirimu sendiri. 

Aku tahu kamu di mana. Kamu sembunyi di dalam pejamku. Di mataku, tempat segala ucap terlihat jelas. Dulu memang bukan sekarang, maafkan. Kadang-kadang aku masih berpikir butuh marahmu. Nyatanya.

Ada seseorang, memang. Tapi dia bukan kamu. Kadang-kadang kamu lupa. Otakmu hanya diimingi sikap sok kepahlawanan 

Padahal kau hanyalah Sampah-sampah

seseorang yang memeluk bayangannya sendiri. merasa jiwanya telah mati